Assalamualaikum.... Jumpa kembali bersama dinanida.blogspot.co.id yang pada hari ini akan memberikan informasi kepada anda tentang, Guru yang belum sertifikasi harus siap-siap mengeluarkan dana pribadi untuk mengikutinya. Sebab, mulai tahun ini sertifikasi guru tidak lagi gratis.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan, ketentuan itu berlaku bagi guru yang mulai mengajar sejak 1 Januari 2006.
Sebab pemerintah hanya membiayai sertifikasi guru yang sudah mengajar hingga 31 Desember 2005. Meski begitu, pihaknya belum menerima petunjuk teknis ketentuan tersebut.
Beliau uga menambahkan, kalau untuk saat ini lulusan S1 belum bisa disebut profesi. Pengakuan profesi dilakukan jika sudah S1 dan mengikuti pendidikan profesi selama satu tahun. Karena itu, untuk bisa diakui berprofesi guru maka guru harus mengikuti sertifikasi.
”Jadi, sertifikasi sudah menjadi kebutuhan,” tegasnya.
Untuk Jawa Timur, lanjutnya, dari 400.000 guru 227.000 guru telah tersertifikasi. Baik guru negeri maupun swasta. Karena itu kepada guru-guru yang belum sertifikasi dia mendorong untuk mengikutinya.
Dikutip dari pendapat Saiful selama ini pemerintah pusat sudah mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensinya melalui sertifikasi. Bahkan Kemendikbud juga punya program untuk menyekolahkan guru ke jenjang S1 dan S2.
Beliau uga menambahkan, kalau untuk saat ini lulusan S1 belum bisa disebut profesi. Pengakuan profesi dilakukan jika sudah S1 dan mengikuti pendidikan profesi selama satu tahun. Karena itu, untuk bisa diakui berprofesi guru maka guru harus mengikuti sertifikasi.
”Jadi, sertifikasi sudah menjadi kebutuhan,” tegasnya.
Untuk Jawa Timur, lanjutnya, dari 400.000 guru 227.000 guru telah tersertifikasi. Baik guru negeri maupun swasta. Karena itu kepada guru-guru yang belum sertifikasi dia mendorong untuk mengikutinya.
Dikutip dari pendapat Saiful selama ini pemerintah pusat sudah mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensinya melalui sertifikasi. Bahkan Kemendikbud juga punya program untuk menyekolahkan guru ke jenjang S1 dan S2.
”Jadi, guru memang harus meningkatkan dirinya, seperti dokter atau akuntan yang harus tersertifikasi,” jelasnya.
Terkait hal ini (sertifikasi tak lagi gratis) PGRI Jatim mengaku keberatan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ichwan Sumadi menyayangkan guru yang harus membayar sendiri biaya sertifikasinya.
karena, menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru yang sudah mengajar sertifikasinya dibiayai oleh pemerintah.
”Kalau membayar sendiri, ya menyalahi undang-undang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, PGRI Jatim tidak sepakat jika guru harus membayar sendiri biaya sertifikasinya.
PGRI mengusulkan ke pemerintah pusat agar tidak membebani guru. Sebab, beban guru sudah cukup banyak, terlebih jika harus membayar biaya sertifikasi sendiri.
”Saya belum tahu berapa biaya sertifikasi masing-masing guru, tapi PGRI tidak sepakat kalau bayar sendiri, katanya Kemendikbud ingin memuliakan guru,” jelasnya.
Terkait hal ini (sertifikasi tak lagi gratis) PGRI Jatim mengaku keberatan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ichwan Sumadi menyayangkan guru yang harus membayar sendiri biaya sertifikasinya.
karena, menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru yang sudah mengajar sertifikasinya dibiayai oleh pemerintah.
”Kalau membayar sendiri, ya menyalahi undang-undang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, PGRI Jatim tidak sepakat jika guru harus membayar sendiri biaya sertifikasinya.
PGRI mengusulkan ke pemerintah pusat agar tidak membebani guru. Sebab, beban guru sudah cukup banyak, terlebih jika harus membayar biaya sertifikasi sendiri.
”Saya belum tahu berapa biaya sertifikasi masing-masing guru, tapi PGRI tidak sepakat kalau bayar sendiri, katanya Kemendikbud ingin memuliakan guru,” jelasnya.
(Sumber: tribunnews)
Sekian dulu informasi yang dapat dinanida.blogspot.co.id berikan, semoga dapat bermanfaat. Untuk info lainnya silakan kunjungi laman kami www.dinanida.blogspot.co.id

CERITA KISAH SUKSES DARI SAYA JADI PNS
BalasHapusSumpah demi allah ini kisah cerita nyata saya jadi PEGAWAI NEGERI SIPIL
Alhamdulillah berkat bantuan BPK SIDIK KADARUSMAN beliau selaku DIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KEPEGAWAIAN di BKN pusat yang telah membantu saya jadi PNS, Nomor hp bpk Drs SIDIK KADARUSMAN hp: 0852'1400'0451
KISAH CERITA SAYA JADI PNS Assalamu Alaikum wr-wb,Mohon maaf mengganggu waktu dan aktifitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui pesan singkat dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS k2 tahun 2014, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 5 kali mengikuti ujian, tidak pernah lolos bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no telf Bpk drs SIDIK KADARUSMAN yang bekerja di BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur 13640 sebagai DIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KEPEGAWAIAN yang di kenalnya di bkn jakarta dan saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui alamat kantor beliau, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa, Hubungi Bpk SIDIK KEDERUSMAN hp: 0852-1400-0451 , siapa tau beliau bisa bantu. Wass